Corporate Blog, Saluran Komunikasi Efektif bagi Kebijakan Moneter Modern BI

Komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kebijakan moneter modern. Karena, komunikasi memegang peranan terbesar dalam mewujudkan transparansi secara signifikan kepada masyarakat. Seperti telah diketahui, transparansi dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan sekaligus pembentukan ekspektasi masyarakat atas perkiraan ekonomi dan inflasi ke depan serta respon kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia (BI).

Sayangnya, respon masyarakat dan pelaku pasar terhadap kebijakan moneter BI masih sangat minim. Mengapa? Karena saluran komunikasi yang ada saat ini belum memudahkan masyarakat dan pelaku pasar memberikan responnya secara lebih signifikan. Saluran komunikasi yang ada masih kurang menyediakan komunikasi dua arah antara masyarakat dan pembuat kebijakan moneter. Padahal, untuk tercapainya efektivitas kebijakan moneter diperlukan respon yang signifikan dari masyarakat. Untuk itu, diperlukan sebuah corporate blog untuk BI sebagai salah satu strategi komunikasi yang mampu meningkatkan transparansi dan efektivitas kebijakan moneter BI.

Pentingnya Komunikasi Kebijakan Moneter

Setidaknya ada tiga faktor yang mendukung perlunya komunikasi kebijakan moneter modern kepada masyarakat. Pertama, adanya peningkatan tanggung jawab (akuntabilitas) dari bank sentral terhadap kemampuan memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat. Peningkatan ini akan berbanding lurus terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pembuat kebijakan moneter.

Kedua, BI telah mengimplementasikan penguatan kerangka kerja kebijakan moneter konsisten dengan inflation targeting framework (ITF). Dan untuk mendukung tercapainya sasaran tersebut, diperlukan strategi komunikasi yang lebih transparan.

Faktor ketiga, tumbuhnya pasar keuangan di Indonesia. Dalam pasar keuangan, harga pasar digerakan oleh ekspektasi dari pelaku pasar. Mengelola ekspektasi pasar merupakan bagian tak terpisahkan dari kebijakan moneter. Dan tanggung jawab ini tidak mungkin dilakukan tanpa saluran komunikasi yang efektif dengan pelaku pasar.

Saluran Komunikasi Kebijakan Moneter

Sampai saat ini, BI telah mengkomunikasikan kebijakan moneter melalui media komunikasi yang umum. Yaitu, melalui penjelasan kepada press dan pelaku pasar, website, maupun penerbitan Laporan Kebijakan Moneter yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali.

Dengan berbagai saluran komunikasi tersebut, BI berharap terjadi transparansi yang mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap prakiraan ekonomi dan inflasi ke depan. Serta, respon terhadap kebijakan moneter yang ditempuh BI.

Sayangnya, respon masyarakat dan pelaku pasar terhadap kebijakan moneter BI masih sangat minim. Mengapa? Karena saluran komunikasi yang ada saat ini belum memudahkan masyarakat dan pelaku pasar memberikan responnya secara lebih signifikan. Masyarakat dan pelaku pasar hanya mampu menerima informasi yang diberikan BI. Artinya, hanya terjadi komunikasi satu arah. Padahal, untuk tercapainya efektivitas kebijakan moneter, BI perlu mendapatkan feedback dari mereka. Feedback yang mampu memberikan informasi kepada BI agar dapat membuat kebijakan moneter yang efektif.

Blog BI Sebagai Solusi Saluran Komunikasi

Intiya adalah komunikasi dua arah. Dan solusi bagi komunikasi ini adalah dengan membuat corporate blog atau blog BI. Tujuannya jelas, selain meningkatkan transparansi kepada masyarakat, juga mendapatkan respon terhadap kebijakan moneter yang ada sehingga tercipta efektivitas dalam pelaksanaannya.

Ada beberapa alasan yang membuat blog BI sebagai saluran komunikasi yang ampuh. Pertama, blog telah dipercaya sebagai media komunikasi yang mampu memberikan interaksi yang fleksibel antarpembaca maupun antara pembaca dengan pemilik blog. Fleksibel di sini memiliki arti ada sebuah keterbukaan bagi pembaca untuk memberikan respon (feedback) dan mempertanyakan berbagai hal kepada pemilik blog. Sehingga, intensitas komunikasi yang terjadi menjadi lebih tinggi dan efektif.

Kedua, telah banyak masyarakat yang memiliki blog pribadi sebagai perwujudan interaksi dan eksistensi diri dengan masyarakat lain. Sehingga, segala informasi yang ada di blog BI akan mudah diteruskan masyarakat melalui blog-blog pribadinya. Hal ini akan menciptakan efek domino yang besar. Karena, tanpa disadari, masyarakat akan menjadi public relation ke masyarakat lainnya melalui blog pribadinya. Alhasil, transparansi yang lebih besar akan terjadi.

Alasan terakhir, blog BI akan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Karena, ketika informasi kebijakan moneter tersebar di berbagai blog di internet, maka siapapun akan menjadi lebih mudah dalam mengakses informasi tersebut dan mempelajarinya. Dengan begitu, proses edukasi terhadap masyarakat akan terjadi secara lebih menyeluruh dan signifikan.

Kesimpulan dan Dampak Blog BI bagi Masyarakat

Dengan adanya blog BI, maka dampak yang diterima masyarakat pun akan lebih baik. Pertama, Masyarakat akan lebih mudah mendapatkan akses informasi mengenai kebijakan moneter. Kedua, kebijakan moneter BI akan menjadi lebih transparan, seiring dengan terjadinya kemudahan tersebut.

Ketiga, karena sifat blog yang dua arah dan terbuka, maka masyarakat akan lebih nyaman memberikan respon kepada pembuat kebijakan moneter. Dan terakhir, akan terjadi proses edukasi yang demikian besar. Karena, masyarakat telah menggunakan internet sebagai media dalam melakukan pembelajaran dan pengembangan diri.

Dengan berbagai dampak positif tersebut, maka cita-cita BI dalam meningkatkan efektivitas kebijakan moneter akan berhasil. Untuk itu, blog BI sebagai salah satu saluran komunikasi telah menjadi sebuah strategi yang perlu dilakukan.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s