Brand Communication Perbankan Syariah

2286_chon.jpgBagi para pelaku perbankan syariah, saat ini merupakan momen yang cukup menantang dan menguras energi. Kenapa? Karena Bank Indonesia (BI) telah menargetkan pencapaian pangsa pasar perbankan syariah sebesar 5 persen dari total pasar perbankan nasional pada akhir tahun 2008. Jadi, mau tidak mau, para pelaku perbankan syariah harus ekstra keras berusaha merealisasikan target tersebut melalui berbagai ide dan strategi bisnisnya.

Setali tiga uang, tulisan ini juga ingin berkontribusi melalui strategi bisnis yang dinamakan integrated brand communication. Sebuah strategi yang bertujuan menciptakan dan meningkatkan brand awarness perbankan syariah. Dengan begitu, maka brand perbankan syariah dapat terekam jelas di benak customer. Juga, akan terjadi peningkatan jumlah customer baru yang loyal dan berpengaruh. Alhasil, aset perbankan syariah akan meningkat hingga mencapai target pasar yang diinginkan.

Memang, kalau melihat data yang dipublikasikan BI, sampai dengan Mei 2007 total aset perbankan syariah masih sebesar Rp 28,36 triliun. Coba kita bandingkan dengan total aset perbankan nasional yang mencapai Rp 1.712,42 triliun. Ternyata, pangsa pasar perbankan syariah hanya sebesar 1,66 persen. Sebuah persentase yang terbilang sangat kecil untuk sebuah penguasaan pangsa pasar. Untuk itu, diperlukan strategi bisnis yang tepat dan terarah agar dapat merealisasikan target tersebut.

Secara garis besar, setidaknya ada dua strategi bisnis yang diperlukan untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah. Strategi pertama, perluasan sistem infrastruktur perbankan syariah sampai ke daerah-daerah. Hal ini bertujuan agar layanan perbankan syariah bisa mencapai pangsa pasar yang lebih luas.

Contoh penerapan dari strategi ini adalah konsep interkoneksi antar bank syariah. Lalu, strategi office channelling yang merupakan kebijakan pembukaan layanan syariah melalui kantor cabang konvensional. Juga, kebijakan spin off atau pemisahan dua unit usaha syariah bank umum konvensional menjadi bank umum syariah.

Semua penerapan dari strategi tersebut akan dapat berjalan optimal dan cepat bila didukung pemerintah dan DPR melalui pengesahan RUU perbankan syariah. Kalau pengesahan itu cepat terlaksana, hampir semua pelaku bisnis meyakini pangsa pasar perbankan syariah akan mencapai 5 persen pada akhir tahun 2008. Apalagi, bila masalah perpajakan ganda bisa terselesaikan. Maka, akselerasi peningkatan pangsa pasar perbankan syariah pun akan bergerak lebih cepat.

Sayangnya, strategi ini masih sangat tergantung dari para pengambil kebijakan di negeri ini. Bila pemerintah dan DPR bergerak cepat dalam pengesahaan RUU perbankan syariah, tentunya usaha ini akan berjalan lancar. Namun, jika pengesahaan RUU perbankan syariah ini bergerak sangat lambat, maka harapan untuk meningkatkan pangsa pasar hingga 5 persen pada tahun 2008 akan pupus begitu saja.

Jadi, melihat ketergantungan yang tinggi terhadap pengesahaan RUU perbankan syariah, maka tulisan ini lebih merekomendasikan pada strategi bisnis yang kedua. Yaitu, penciptaan brand perbankan syariah yang kuat melalui penerapan integrated brand communication. Strategi ini fokus untuk memenangkan customer di pasar mengambang atau floating market.

Mengacu pada penelitian yang dilakukan Karim Business Consulting, saat ini pasar terbesar yang masih terbuka lebar untuk dimasuki oleh perbankan syariah adalah pasar mengambang. Pasar ini memiliki karakter sebagai pasar yang lebih mementingkan seberapa besar total value yang bisa dinikmati. Total value ini terdiri dari economic benefit dan emotional benefit. Bila perbankan syariah mampu memberikan total value yang nyata, maka pasar mengambang akan dapat dimenangkan dengan strategi penciptaan brand yang kuat.

Customer sangat paham, bahwa brand merupakan cerminan dari seberapa baik kualitas servis dan produk dari perbankan syariah. Seberapa jelas diferensiasi dan positioning perbankan syariah. Dan berujung pada seberapa besar total value yang bisa didapatkan customer, baik itu keuntungan ekonomi atau keuntungan emosional.

Karena itu, saat ini integrated brand communication menjadi sebuah solusi jitu yang harus dilakukan agar pangsa pasar perbankan syariah bisa meningkat secara signifikan. Dan tentunya, solusi ini juga perlu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh bank syariah dalam waktu yang sama. Tak terkecuali oleh BI.

Integrated brand communication yang perlu dilakukan terdiri dari brand visualization dan brand activation. Brand visualitation adalah bentuk komunikasi brand melalui proses visualisasi sehingga mudah dipahami dan diingat oleh customer secara cepat. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan memori yang kuat dibenak customer terhadap karakter brand perbankan syariah.

Setidaknya ada dua usaha yang perlu dilakukan dalam menciptakan memori brand yang kuat dibenak customer melalui proses visualisasi brand. Antara lain, dengan logo dan promosi melalui iklan.

Logo memegang peranan sangat penting. Salah satu kemampuan tercepat mannusia dalam memahami sesuatu adalah melalui visualisasi gambar atau lambang yang diterjemahkan sebagai logo. Untuk itu, visi perbankan syariah akan menjadi lebih cepat dipahami melalui peranan logo.

Salah satu contoh sukses dari penciptaan brand melalui logo adalah BNI. Di awal 2004, BNI merubah logonya. Hal ini dilakukan dalam rangka perubahan budaya internal yang akhirnya mengarah pada peningkatan kepuasan customer. Dengan pergantian ini, BNI berusaha mendefinisikan konsep experience the brand sebagai sebuah service business. Intinya, BNI ingin fokus pada peningkatan layanan dan kepuasan dari customer.

Lalu, penciptaan memori brand lainnya adalah melalui strategi promosi dan iklan. Sebelumnya, strategi ini telah banyak dilakukan oleh hampir semua bank syariah. Dengan promosi atau iklan, customer menjadi lebih cepat belajar memahami positioning dan diferensiasi perbankan syariah.

Namun sayangnya, strategi ini belum dilakukan secara intensif dan bersama-sama. Sehingga, sampai saat ini belum bisa tercipta sebuah brand image yang kuat dan jelas yang bisa dipahami oleh customer.

Selain penerapan visualisasi brand, perbankan syariah juga perlu melakukan brand activation atau aktivasi brand yang terarah sesuai dengan segmen pasar yang akan dituju. Aktivasi brand ini bertujuan meningkatkan jumlah customer baru yang loyal terhadap perbankan syariah melalui penciptaan brand perbankan syariah yang kuat, dengan menghadirkan keterlibatan customer.

Untuk mewujudkannya, bisa dilakukan public relation dan penyelenggaraan beragam event yang langsung melibatkan customer. Artinya ada interaksi dua arah yang intensif antara customer dengan praktisi perbankan syariah. Sehingga, transfer pengetahuan dan kelebihan-kelebihan perbankan syariah akan berjalan sangat optimal.

Misalnya ketika membidik target pasar sektor korporasi. Pada segmen ini, public relation memegang peranan yang sangat penting dalam mengkomunikasikan brand perbankan syariah secara tepat dan terarah. Bila dilakukan serius dan berhasil, karena sektor korporasi merupakan pasar yang gemuk, maka pangsa pasar perbankan syariah bisa meningkat secara signifikan.

Salah satu contoh aktivitas nyata dari public relation ini adalah membuat komunitas yang berisikan banyak korporasi dengan kapitalisasi besar. Misalnya saja komunitas pembiayaan keuangan syariah bagi korporasi. Melalui komunitas ini, bisa dilakukan business gathering sebulan sekali yang melibatkan para pengambil keputusan di korporasi tersebut. Dengan begitu, maka akan lebih mudah melakukan sebuah relationship yang mampu mentransfer informasi dan knowledge secara intensif. Pada akhirnya, bisa dihasilkan transaksi-transaksi bisnis yang nyata dan menguntungkan.

Selain public relation, perlu juga dilakukan berbagai kegiatan atau event. Misalnya kepada segmen pasar remaja intelektual. Segmen pasar remaja ini, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan eksekutif muda, merupakan pasar yang cerdas yang mampu mendefinisikan kelebihan-kelebihan perbankan syariah lebih cepat. Juga, dengan kemampuan intelektualnya, segmen pasar ini akan bisa menjadi influencer atau customer yang mampu mempengaruhi orang-orang disekitarnya untuk bisa menjadi customer perbankan syariah berikutnya.

Contoh penerapannya adalah dengan mengadakan berbagai macam seminar, pameran, dan workshop di banyak perguruan tinggi, komunitas intelektual, dan pesantren di seluruh daerah di Indonesia. Agar biaya penyelenggaraan event bisa ditekan seefisien mungkin namun tetap efektif, lagi-lagi perlu dilakukan kerjasama yang melibatkan seluruh bank syariah dengan didukung oleh BI.

Strategi sukses mengkomunikasikan brand dengan event misalnya seperti yang baru saja dilakukan oleh Softex. Perusahaan ini melakukan peremajaan brand dengan mengadakan banyak event yang sesuai dengan pangsa pasar yang dituju, yakni anak muda. Kenapa? Karena sebelumnya, di benak customer, brand Softex sangat identik dengan produk yang digunakan oleh segmen pasar orang berusia paruh baya atau tua. Alhasil, seperti yang terjadi sekarang, brand Softex kembali menjadi salah satu penguasa pasar di bisnisnya setelah berhasil meningkatkan pangsa pasar di segmen pasar anak muda.

Nah, berdasarkan deskripsi analisis di atas, maka integrated brand communication melalui penerapan brand visualitation dan brand activation dapat menciptakan sebuah brand image, brand identity, dan brand integrity yang kuat dalam benak customer. Dan akhirnya, akan melahirkan banyak customer cerdas yang memahami ketertarikannya dan kesetiaannya terhadap brand perbankan syariah. Serta, bisa menjadi customer yang berpengaruh dan menjadi pembela bagi brand perbankan syariah. Customer ini biasa diistilahkan sebagai advocated customer.

Menariknya, bila semua strategi ini dilakukan dengan keterlibatan semua bank syariah dalam waktu satu tahun sejak saat ini, maka menjadi sebuah usaha yang optimis untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah hingga mencapai di atas 5 persen pada akhir tahun 2008.

Jadi, alangkah lebih baiknya bila, sambil menunggu keputusan penting dari pengambil kebijakan, kita berusaha keras bersama-sama dan secara intensif melakukan integrated brand communication agar bisa berhasil meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah secara signifikan hingga berhasil mencapai target 5 persen pada akhir tahun 2008. Insya Allah. ***

Tulisan ini dibuat sebagai salah satu kontribusi penulis untuk ikut mengembangkan perbankan syariah

Advertisements

One thought on “Brand Communication Perbankan Syariah

  1. saya sangat setuju karena kondisi sekarang perbankan maupun asuransi syariah telah mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. jadi apabila pemrintah akan mentargetkan perbankan sebesar 5 % adalah suatu angka yang cukup wajar dan layak untuk segera direalisasikan oleh para pelaku perbankan syariah. doa kita semua semoga tercapai karena mayoritas warga negra Indonesia juga beragama Islam. Amin ya robbal alaimn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s