Strategi Memasarkan Daerah

enjoy2.jpgAnda tentu tidak asing lagi dengan brand ”Enjoy Jakarta”, bukan? Selain itu, Anda tentu juga sudah tidak asing lagi dengan brand-brand seperti “Malaysia: Truly Asia”, “Uniquely Singapore”, “Amazing Thailand”, dan ”Jogja: Never Ending Asia”. Inilah bentuk campaign dari berbagai kota atau negara dalam rangka pemasaran daerah atau marketing places.


Aktivitas pemasaran daerah memang semakin dirasakan penting oleh banyak pemerintahan. Sebuah daerah yang dipasarkan dengan menarik akan memicu dinamika pertumbuhan; industri-industri baru bertumbuhan, kesempatan kerja juga meningkat. Pada akhirnya, pendapatan daerah pun akan meningkat sehingga kualitas hidup penduduk di daerah tersebut juga bisa semakin ditingkatkan.

Walaupun sudah populer, konsep pemasaran daerah ini masih banyak disalahartikan. Banyak orang yang mengartikan pemasaran daerah semata sebagai upaya mempromosikan daerah tersebut. Upaya pemasaran daerah dianggap cukup jika daerah tersebut sudah punya brand logo dengan tagline-nya.

Ini keliru. Pemasaran daerah bermakna merancang sebuah daerah sedemikian rupa sehingga daerah tersebut mampu memenuhi kebutuhan target market-nya. Karena itu, jika promosinya besar-besaran namun kenyataannya daerah tersebut justru mengecewakan target market-nya, upaya pemasaran daerah tersebut gagal. Over promised under deliver.

Saat ini, dengan berbagai perubahan besar yang terjadi pada skala makro seperti globalisasi, regionalisasi, dan otonomi daerah, sebuah daerah tentu perlu mengadopsi cara pandang dan pendekatan baru. Hal ini ditujukan agar sebuah daerah mampu meningkatkan daya saing dan menarik minat target market-nya, terutama tiga target market utamanya yaitu wisatawan, pebisnis, dan investor.

Menurut Michael Porter, seorang mahaguru strategi bisnis, membangun keunggulan daya saing daerah merupakan sebuah upaya meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya akan menaikkan kualitas dan standar hidup masyarakat dalam jangka panjang. Dasar pemikirannya adalah untuk menarik sumber daya terbaik dari dalam maupun luar daerah sebagai landasan untuk memacu produktivitasnya.

Mengingat pentingnya pemasaran daerah ini, apalagi dengan semakin menguatnya peran pemerintah daerah di Indonesia dalam era otonomi saat ini, kami pun di MarkPlus&Co menulis sebuah buku yang khusus membahas tentang pemasaran daerah; judulnya Attracting Tourists, Traders, Investors: Strategi Memasarkan Daerah di Era Otonomi. Dalam buku ini dipaparkan berbagai strategi dalam memasarkan daerah, seperti perencanaan positioning, diferensiasi, dan strategi branding.

Dengan positioning yang kuat misalnya, sebuah daerah akan lebih cepat dan lebih mudah ”terekam” dalam benak pelanggannya. Positioning yang sebenarnya merupakan janji kepada pelanggan inilah yang harus dibangun terlebih dahulu sebelum aktivitas pemasaran daerah lainnya dilakukan.

Untuk memudahkan pemahaman, saya ambil contoh pemasaran daerah untuk Jogja. Kebetulan saya pernah terlibat dalam pemasaran daerah Jogja beberapa tahun lalu.

Jogja menjanjikan bahwa setiap orang yang mengunjungi kota tersebut akan menemukan pengalaman khas Asia yang tak terlupakan. Lalu, janji ini juga didukung oleh diferensiasi riil yang jelas. Jogja sangat berbeda dengan daerah lainnya—bukan hanya di Indonesia namun juga di Asia—karena menjadi sebuah melting pot antar agama dan budaya yang berkembang di Asia seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Budha. Sehingga yang muncul adalah sebuah budaya yang khas yang bisa terlihat dari bangunan keraton, candi, upacara, tari-tarian, dan keramahtamahan khas penduduk Jogja.

Nah, setelah memiliki positioning yang kuat dan diferensiasi yang solid, akhirnya sebuah daerah bisa memiliki integritas yang kuat. Pada akhirnya, akan mampu membentuk brand image yang kuat pula. Karena itulah, tercipta brand ”Jogya: Never Ending Asia”. Positioning ini memang ingin menekankan Jogja sebagai kota wisata, di mana di setiap pelosok kota orang bisa menemukan keunikan budaya khas Asia yang seakan tidak ada habisnya.

Dalam pelaksanaannya, memasarkan sebuah daerah di Indonesia bukanlah perkara yang mudah. Persoalan utama yang biasa dihadapi adalah mengenai pola pikir maupun cara pandang para penyelenggara pemerintah daerah. Selama ini, para penyelenggara pemerintah memiliki cara berpikir birokratif.

Sudah seharusnya pola pikir seperti ini diubah. Pemerintah harus menjadi sebuah “Customer-Driven Government”. Maksudnya, aparat pemerintah terutama harus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya (penduduk, pebisnis, wisatawan, pelajar, dan sebagainya). Prosedur yang bertele-tele harus ditinggalkan. Sistem dan infrastruktur yang ada dalam pemerintahan harus dibenahi agar bisa lebih efisien dan efektif.

Jadi, bisa Anda lihat, memasarkan daerah bukan sekadar kegiatan promosi. Selain dibutuhkan strategi pemasaran yang terencana, juga dibutuhkan perubahan pola pikir aparat pemerintah daerah. Hal terakhir inilah yang sebenarnya paling penting dan harus dilakukan dengan segera.***

 

Tulisan ini dibuat penulis ketika masih bekerja di MarkPlus&Co sebagai business analyst

Advertisements

2 thoughts on “Strategi Memasarkan Daerah

  1. Mental Aparat daerah sepertinya akan memegang kunci penting dalam pemasaran daerah, sebab segala kebijakan dan strategi akan dirumuskan serta dijalankan oleh mereka pada awalnya.
    Pembenahan infrastruktur serta keamanan daerah mungkin langkah nyata yang dapat membuat para wisatawan nyaman. Jangan lupa, komunikasi kepada konsumen seperti iklan atau other publicity membantu memasarkan daerah tersebut.

    Bagus mas topiknya..salam..

  2. ……. dan hal terakhir itulah yang paling sulit. Brand akan gagal tanpa didukung oleh upaya pemasaran yang riil dan dukungan infrastuktur sebagaimana yg disampaikan mas Vincent. Terlalu banyak PR untuk kita, dan menurut banyak kalangan brand Jogja juga dianggap gagal, bahkan oleh Sultan sendiri, karena kurang membumi dan over promised. Sehingga sekarang lebih mudah mencari logo Jogja-nya saja tanpa tagline “never ending Asia”nya. Btw, mas Yoki kerja dimana? siapa tahu saya bisa menimba ilmu mengenai pemasaran daerah … sangat susah mencari expert bidang tersebut yang benar2 menguasai dua sisi, yaitu sisi strategi pemasarannya sekaligus sisi birokrasi 😦

    salam,
    Dey

    YM: deyfka@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s