Philip Kotler, Ekonom yang Menjadi Marketer

philipkotler.jpgBeralih profesi ke bidang lain adalah hal lumrah. Namun bila peralihannya ini menjadikan dirinya seorang pakar yang diakui dunia, sebuah fenomena mengagumkan. Itulah Philip Kotler—pakar marketing yang telah menghasilkan banyak buku dan pemikiran, sehingga bisa dimanfaatkan banyak akademisi maupun praktisi di banyak negara.


Alhasil, Kotler berhasil dinobatkan di posisi ke-4 sebagai ”Most Influential Business Writer or Management Guru”, dibelakang Jack Welch, Bill Gates, dan Peter Drucker. Hal ini sangat luar biasa, karena pengukuhan tersebut dikeluarkan oleh Financial Times—sebuah harian internasional paling bergengsi di seluruh dunia.

Berlatar belakang sebagai ekonom, dengan gelar Master dari University of Chicago dan gelar PhD dari MIT yang keduanya di bidang ekonomi, Kotler kemudian memilih sebagai marketer. Selama mendalami ilmu ekonomi, Kotler tidak puas terhadap penjelasan-penjelasan yang ada dalam ilmu ekonomi.

Kotler merasa bahwa ilmu ekonomi terlalu menyederhanakan pasar dalam konteks yang sebenarnya. Ilmu ekonomi banyak fokus ke harga dalam kaitannya dengan permintaan dan penawaran. Padahal peran dari iklan, tenaga penjualan, dan saluran penjualan untuk menciptakan permintaan sangatlah besar.

Kotler percaya bahwa merketing adalah bagian dari ekonomi dan mempercaya ilmu ekonomi untuk menghasilkan ilmu ekonomi modern.

Usaha Kotler mendalami marketing ternyata membawa hasil. Baru-baru ini, dalam artikel di Financial Times, Kotler dinyatakan telah memberikan kontribusi penting terhadap marketing. Pertama, Kotler telah melakukan lebih daripada sekadar menulis atau mengajarkan pentingnya marketing. Kotler mentransformasi kegiatan marketing menjadi kegiatan yang mengelilingi kegiatan lainnya seperti kegiatan produksi.

Kedua, Kotler melanjutkan tren yang telah dimulai oleh Peter Drucker dengan mengeser pentingnya peranan harga dan distribusi untuk memenangkan kompetisi. Hal ini sengaja diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dan pemberian nilai tambah dari suatu produk dan servis.

Ketiga, Kotler telah memperluas konsep marketing dari sekedal jualan menjadi kegiatan yang lebih umum seperti komunikasi. Kotler juga telah memperlihatkan bahwa marketing dapat diterapkan untuk organisasi sosial, politik, negara, pendidikan, dan berbagai institusi non-komersial lainnya.

Sangat menarik memang perjalanan Kotler, dari seorang ekonom yang menjadi marketer. Sehingga mampu memberikan banyak kontribusi penting di dunia marketing.***

 

Tulisan ini dibuat penulis ketika masih bekerja sebagai business analyst di MarkPlus&Co

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s